Senin, 03 September 2012

KUMPULAN DO'A - DO'A PARA NABI

1. Do'a Nabi Sulaiman a.s
         Suatu hari  Nabi  Sulaiman dan bala  tenteranya yang  terdiri  dari  manusia,  Jin
         dan burung melalui suatu lembah semut. Terdengar-lah oleh Nabi Sulaiman a.s.  akan perkataan raja semut kepada rakyatnya:  "Hai  semut,  masuklah kamu ke
         dalam  sarang-sarangmu,   agar   kamu   tidak   terinjak-injak   oleh   Sulaiman   dan
         pasukannya, sedangkan mereka tidak menyadari."
         Diterangkan dalam Al Qur'an Surat An Naml Ayat 19
yang artinya

"maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." 

Perlu diketahui :
a.    Doa di  atas adalah doa yang pernah diucapkan oleh seorang Nabi Sulaiman a.s.
b.    Begitu pentingnya peristiwa Sulaiman di  atas sampai  Allah beritahukan hal
       tersebut kepada manusia di belakang hari,yaitu umat Nabi Muhammad SAW.
c.    Doa tersebut dicantumkan sebahagian bahagian dari ayat-ayat Al-Quran.
d.    Bila kita mengucapkan doa di atas berarti suatu doa,berasal dari Nabi Sulaiman
      dan Al-Quran, nilai dan ganjarannya berlipat ganda.
e.    Setiap orang pasti  mengalami  akan hal  yang sama dengan peristiwa Nabi Sulaiman,  hanya dalam 
       versi yang berbeda.

2. Doa Nabi Musa a.s.
Manusia, suatu sifat yang selalu ada pada mereka iaitu terlibat pada kesalahan,
baik   sengaja   atau   kerana   lalai.  Musa   a.s.   pemah   terlibat   pada   perbuatan
kesalahan.   la   pernah   membunuh   salah   seorang   yang   tengah   berkelahi.
Kebetulan yang dipukul   roboh  oleh  Musa adalah dari  pihak kelompok Fir'aun
yang   terkenal   kejam.  Setelah   terjadi,  Musa   pun  menyedari   atas   segalanya,
beliau  mengadu   dan  mohon   keampunan   atas   perbuatan   yang   terpaksa   ia
lakukan:
Dalam Al Qur'an Surat Al-Qashash: 16
Yang artinya

 Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Doa Nabi Ayub a.s.
Allah mentakdirkan bahawa dalam kehidupan manusia akan banyak mengalami
perjuangan, baik diluar maupun di dalam diri itu sendiri. Umumnya ketika suka,
perjuangan itu tiada terasa, dan bila derita yang terjadi, maka terasa menyesak
dada.  Saat-saat  seperti   itu,   tidak  pihh siapa manusianya,  mereka pasti  akan
berusaha,  berdoa dan menyerah;  kecuali  bagi  yang beriman,  penyerahan dan
doa-harapannya  tertuju pada Allah SWT yang Mana Kuasa  lagi  Maha Maklum
atas segalanya. Allah berfirman dalam Al Qur'an Surat Al-Baqarah: 45
Yang artinya


"Dan   minta   tolonglah   kamu   kepada   Allah   denganjalan   sabar   dan   solat.   Dan
sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi mereka yang khusyuk."

Sebahagian ahli  menempatkan pengertian sabar   ialah usaha yang  tidak kenal
lelah, sedangkan kata sholat ialah di dalamnya temiasuk doa. Benarlah upaya dan
doa adalah dua penunjang yang tiada boleh diabaikan, bahkan saat-saat upaya
sudah   terdesak   di   jalan   buntu,   doa  masih   berfungsi   bergerak   di   luar   ruang
lingkup pandangan mata dan pendengaran  telinga. 
Rasulullah SAW bersabda

"Siapa-siapa yang dibukakan baginyapintu-pintu doa bererti
telah   dibukakan   baginyapintu-pintu   rahmat.   Tiadalah   sesuatu   yang   dimintakan
seseorang   kepada  Allah   yang   lebih   dicintaiNya   selain   daripada   permintaan   'afiat. 
Adapun doa itu amat bermanfaat terhadap sesuatu (takdir) yang sudah berlaku danjuga
terhadap hal-hal yang belum terjadi. Tidak ada sesuatu yang dapat menolak ketetapan
Tuhan (Qadha') kecuali doa, kerana itu berdoalah kamu."

Demikianlah  Nabi  Ayyub,   ketikabeliau   terkena   penyakit   yang   susah   sembuh,
beliau tidak putus asa. Beliau tahu dan yakin bahawa setiap penyakit pasti ada
ubat penyembuhannya, hanya saja kadang-kadang pengetahuan manusia belum
menemuinya atau "taufiq" (persetujuan Tuhan) yang belum ada. Demikian saat-
saat   yang   di   luar   dugaan  mata   biasa,   di   luar   jangkauan   ilmu   pengetahuan,
pertolongan Tuhan itu datang. Nabi Ayyub berdoa, mengadukan halnya kepada
Tuhan Pencipta semesta Alam dan Allah berfirman:
yang artinya

"Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang
Maha Penyayang di antara semua yang penyayang, maka Kami pun memperkenankan
suaranya  itu,   lalu Kami   lenyapkan penyakit  yang adapadanya dan Kami  kembalikan
keluarganya kepadanya......"
(Al-Anbiya: 83-84)

4. Doa Musa a.s. Menghadapi Firaun
Nabi Musa a.s. mendatangi Firaun dengan tugas dakwah. Firaun yang terkenal
keras   kepala,   kejam   terhadap   rakyat   dan   bahkan   menggunakan   segala
kekuasaannya.  Firaun   inilah   yang   akan  dihadapi  oleh  Nabi  Musa  a.s.,   yang
pernah diasuh Firaun itu berdoa kepada Tuhan, di antaranya adalah:
yang artinya

"Oh   Tuhanku,   lapangkanlah   dadaku,   mudahkanlah   untukku   urusanku,   arahkanlah
kekakuan lidahku dan mengertilah kiranya mereka akan perkataanku."
(Thaha: 25-28)

Sering kita dengar  seseorang pembicara membaca doa di  atas secara keras
ketika ia akan memulai berbicara di hadapan umum. Tetapi akan lebih tepat, bila
doa tersebut dibacakan saja secara perlahan, tanpa perlu didengar umum, akan
yang perlu adalah peribadi kita sendiri. Atau bacakan sebelum naik mimbar atau
seumpamanya.

5. Doa Nabi Zakaria a.s.
Nabi   Zakaria   dan   keluarganya   amat   ingin  mempunyai   anak,   walau   beliau
memaklumi,   bahawa   dirinya   sudah   begitu   uzur   dan   tua.  Keadaan   demikian
tergambar pada wahyu Allah yang merakam peristiwa ketika ia berdoa:
yang artinya

"Tuhanku,  sesungguhnya  tulangku sudah  rapuh dan kepalaku sudah memutih uban, 
sementara aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan
sesungguhnya   aku   khuatir   terhadap   mewaliku   (yang   melanjutkan   urusan) 
sepeninggalanku,  sedangkan  isteriku seorang yang mandul.  Kerana  itu anugerahilah
aku   seorang   putera   di   sisiMu   yang   nantinya   akan  menjadi  waris   dari   sebahagian
keluarga Yaakub dan takdirkan dianya nanti akan seorang yang diredhai, ya Tuhanku."
(Maryam: 4-6)

Putera puteri dilingkungan keluarga akan menjadi penghujung dalam kehidupan
suami   isteri,   penghibur   rumah   tangga,   pewaris   harta   pelanjut   keturunan,
penyebar agama, pembentuk kerja dan pemanjat doa bagi kedua orang tuanya.
Demikian penting kehadiran anak dilingkungan keluarga,   tidak diragukan  lagi.
Untuk itu Nabi Zakaria berdoa mengadu kepada Allah yang Maha Kuasa.
yang   artinya

"Oh  Tuhanku,   janganlah  Engkau  membiarkan   aku   hidup   seorang   diri,   dan  Engkau
adalah waris yang paling baik."
(Al-Anbiya': 89)

Lalu Allah memperkenankan doa Zakaria dengan lahimya seorang anak, Yahya a.s

6. Doa Nabi Yunus a.s.
Para Nabi adalah utusan Allah kepada manusia. Mereka adalah manusia biasa,
hanya saja diberi Allah wahyu. Pada diri para Nabi Allah terdapat contoh teladan
yang baik untuk ikutan umat. Ada contoh melalui amal perbuatan, ada ajaran dan
anjuran yang dilakukan melalui lisan ada pula melalui sikap.
Pada Nabi  Yunus,  pengajaran  itu  terdapat  ketika beliau pergi  dalam keadaan
marah disebabkan umatnya yang tidak mendengar dakwahnya. Nabi Yunus a.s.
dipertemukan Allah dengan kesengsaraan di laut dan ditelan ikan besar.
Dalam perut ikan yang gelap gelita itulah, Yunus a.s. berdoa:
yang artinya

"Tidak ada Tuhan  selain Engkau,  Maha Suci  Engkau,   ya Allah,   sesungguhnya aku
adalah termasuk orang yang zalirn "
(Al-Anbia: 87)

Doa Yunus pun didengar Allah, ia diselamatkan Allah, ikan besar itu terdampar di
pantai.  Allah   SWT   sungguh   bijak.   Kalau   kepada  Nabi  Yunus  Allah   berikan
pengajaran kepada umat  manusia dengan  cara pengalaman yang  pahit,   lalu
kepada Nabi Muhammad SAW pengajaran umat diberikan melalui pengalaman
baginda terhadap peristiwa Ummi Maktum.

7. Doa Nabi Adam a.s.
Adam adalah bapa manusia, beliaulah manusia pertama di jagad ray a ini. Kita
wajib  menghormati  Adam  dan  Hawa,  mendoakannya  melalui   doa   ibu   bapa;
bukan   sebaliknya   melemparkan   kutuk   atas   kekhilafannya   tentang   dosa
memakan buah khuldi.
Nabi Adam bagaikan Nabi Yusuf juga, sebelum ia ditunjuk pada tugas berat dan
mulia,   ia   diuji   dan   dicuba.   Ketika  Adam  nyata   berdosa   kerana  melanggar
larangan Allah,   iblis  ikut  serta  terlibat.  Ketika Adam dan Hawa bertaubat  dan
mengaku   kesalahan,  maka   iblis  malah   sebaliknya,  menentang,   siap  masuk
neraka   dan  mengancam   akan  memusuhi  Adam  dan   keturunannya   sampai
kiamat.
Peristiwa Adam atas pelanggarannya  telah diceritakan oleh semua kitab suci,
termasuk Al-Quran.  Perbedaan kisah  terletak,  bahawa Al-Quran menceritakan
taubat  Adam  dan  kerana  keikhlasan  taubatnya,   dosanya diampuni  Allah dan
ditunjuk turun ke dunia menjadi Khaliffatullah di muka bumi.
Sementara Nasrani  menempatkan Adam  tetap  berdosa  dan   sebagai   sumber
dosa   hingga   hari   kiamat;   turun   ke   dunia   dengan   berbagai   kesengsaraan,
melahirkan anak dan mati  sebagai  akibat  dosa.  Kita adalah keturunan orang
bersih. Al-Quran, menceritakan doa Adam dan Hawa:
yang artinya

"Wahai  Tuhan kami,  kami   telah menganiaya diri  kami  sendiri,  dan andaikan Engkau
tidak ampuni kesalahan kami dan tidak Engkau kasihi kami, nescaya kami akan menjadi
orang-orang yang rugi."
(Al-'Araf: 23)

8. Doa Nabi Ibrahim
Keluarga   yang   taat   kepada  Allah   adalah   idaman   hidup.   Setiap   orang   ingin
demikian,  walaupun  idaman mulia  tersebutharus dibina melalui   teladan ketua
keluarga yang  taat.  Keinginan keutamaan yang baik  itu bukan saja  timbul  dari
keluarga yang  taat,   tetapi   juga bersemayam dalam hati  ketua keluarga yang
dangkal pengalaman agamanya; kecuali pada lingkungan yang acuh tak acuh.
Betapa   banyak   ayah   yang   jarang   sholat,   sering   meninggalkan   puasa   dan
sebagainya,  namun mereka menuntut  agar anak  isterinya menjadi  orang baik-
baik.   Ketenteraman   batin   pada   sebuah   keluarga   ditandai   oleh   keberhasilan
mengumpulkan harta,  namun ketenteraman abadi  hanya  terletak pada rumah
tangga keluaga yang berbudi  dan  taat  pada ajaran agama Mereka hidup  taat
dengan ajaran agama, bijak dalam bergaul dan rukun dalam kekeluargaan.
Al_Quran  menceritakan,   dalam  surah   Ibrahim  ayat   40,   betapa   kerinduan  Nabi
Ibrahim mendapatkan keluarga yang mulia, bijak, taat dan selamat di akhirat:
yang artinya


"Ya Tuhan,   jadikanlah aku dan keturunanku,  orangyang  tetap menegakkan solat.  Ya
Rab, perkenankanlah doa aku.  Ya Rabbanaa, ampunilah dosaku dan dosa kedua ibu
bapaku, juga dosa-dosa sekalian orang mukmin pada hari terlaksananya hisab nanti."
(Ibrahim: 40-41)


9. Doa Nabi Yusuf a.s.
Hidup penuh perjuangan dan perjuangan sentiasa diwarnai ragam pengalama
susah, senang, berat ringan dan sebagainya. Orang kaya, orang tidak berpuny
para penguasa,  para nelayan,  para petani,  para guru dan semuanya memil
pengalaman sendiri-sendiri menelusuri orbit hidupnya.
Nabi Yusuf a.s. adalah seorang manusia di antara manusia lainya di muka bum
Allah yang sejak kecilnya dianugerahi aneka cerita hidup; baik derita batin mah
pun derita zahir.  Beliau adalah putera Nabi  Yaakub yang ke 11 dari  12 oran
bersaudara. Mereka suku asli Yahudi (Israil dewasa ini); bangsa yang terkenal
kalangan bangsa-bangsa sepanjang zaman.
Dulu,   lebih kurang 4,000  tahun yang  lalu,  Yusuf  yang masih kanak-kanak  ia
diseteru   oleh   putera-putera   Yaakub,   saudaranya   sendiri.   Yusuf   merek
campakkan ke dalam telaga tua. Tidak lain, kerana pada Yusuf terdapat ciri-c
akan menjadi manusia mulia.
Untunglah, kemudian Yusuf diselamatkan oleh kabilah, pedagang yang mencari
air. Yusuf mereka bawa ke negeri  Mesir,  lalu diperjual  belikan sebagai  hamba.
Dari  tangan ke tangan, dari  tuan ke tuan lain,  akhirnya Yusuf jadi  anak angkat
dari suatu keluarga berpengaruh di negeri Firaun yang terkenal dalam sejarah.
Bukan   itu   saja,   tetapi  Yusuf  mampu  menjadi   penguasa  Mesir   yang   terkenal
makmur dan adil.
Yusuf, dari masa kanak-kanak hingga menjadi Raja Mesir dan Nabi adalah yang
terkenal  cantik,  naik darjat  dengan menempuhi   ragam penderitaan,  zahir  dan
batin.  Berpisah dengan orang  tua  sejak  masa kecil,  nyaris  mati  atas  aniaya
saudara-saudara sendiri, masuk dalam penjara dan sekian derita lain yang tidak
sempat   dirakam   oleh   sejarah.  Apakah   setiap   orang  mulia   harus   melewati
pengalaman, ujian dan fimah seperti demikian? Wallahu a'lam.
Yang   jelas,   setelah   Yusuf   berkumpul   kembali   dengan   keluarganya,   beliau
menyampaikan doa syukurnya:
yang artinya

"Ya Tuhan, sungguh Engkau telah menganugerahkan daku akan sebahagian kekuasaan
dan   juga  telah mengajarkan  kepadaku akan   sebahagian  tabirmimpi.  Yang Pencipta
langit dan bumi ini, Engkaulah Pelindungku baik di dunia mahupun di akhirat. Wafatlah
aku dalam keadaan Islam dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang
soleh."
                                                                       (Yusuf: 101)


Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini

Tulis e-mail anda di sini